skip to main | skip to sidebar

Laman

Kamis, 16 April 2015

Wirausaha Peracangan

1 komentar
Tugas Kewirausahaan
Dosen Pembimbing Pak Agus Kiswantono

Seorang wirausaha peracangan bernama ibu Tirah, Warga desa kesamben wetan, driyorejo. Beliau mengawali usahanya sudah sekitar 11 tahun yang lalu dengan modal sekitar 1 jt rupiah saja.
Awal kali beliau berjualan dengan modal yang tak seberapa sehingga barang jualannya juga tidak banyak macamnya. Gula, beras, minyak, bumbu masak, dan sebagainya yang paling sering dibutuhkan oleh ibu rumah tangga. Pembeli yang datang rata-rata perhari 4-6 orang, itupun dari semua pembeli mereka belum tentu membayar semuanya. Sebagian dari pembeli yang datang mereka memilih hutang dengan janji dibayar ketika sudah gajian. Itulah sisi pahitnya menjadi seorang pedagang peracangan, pasti banyak yang hutang daripada membayar secara langsung.


Pendapatan kotor rata-rata perhari 70-100 ribu rupiah. Walaupun dengan pendapatan perharinya sebesar itu, ibu Tirah sudah sangat bersyukur karena sudah bisa menyekolahkan kedua anaknya. Anak pertamanya sudah berumur 20 tahun sudah dan masih menjalani kehidupan mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta, dan anak keduanya berumur 12 tahun masih duduk di bangku SMP. sedangkan suaminya adalah karyawan swasta.

Daftar barang yang di jual:
1. indomie (semua rasa) Rp. 2.500,-/bungkus
2. gula  Rp. 10.000,-/kg
3. telur 1/4 kg Rp. 5000,-
4. beras  Rp. 9.000,-/kg
5. mie kering  Rp. 5.000,-/bungkus
6. penyedap sasa Rp. 1.000,-/bungkus
7. merica Rp. 1.000,-/bungkus
8. minyak goreng Rp. 11.000,-/kg
9. dsb.

Ibu Tirah punya cita-cita yaitu ingin bisa membeli tanah seluas 1/2 hektar untuk usaha perkebunan. dan tentu untuk bisa membantu kedua anaknya menjadi seorang pengusaha besar. terima kasih


Kelawan Sucipto
Teknik Elektro 
12041054